Minggu, 31 Mei 2009

Selalu Membantu Lelaki Dalam Rangka Kebenaran, Kebajikan Dan Taqwa.

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah

Selalu Membantu Lelaki Dalam Rangka Kebenaran, Kebajikan Dan Taqwa.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah (9) : 71

“Dan orang-orang yang beriman,laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka adalah penolong sebagian yang lain.
Mereka menyuruh berbuat ma’ruf dan melarang berbuat mungkar,mendirikan sholat,menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itulah yang akan mendapat rahmat Allah, sungguh Allah maha perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Ayat diatas, disamping berlaku untuk laki-laki beriman juga untuk wanita beriman (wanita sholehah) yang menganjurkan untuk saling tolong menolong sesame saudara seiman, yang tentunya dalam rangka kebaikan, kebenaran dan dalam upaya untuk mendekatkan diri kepada Alloh, baik dengan harta, lisan, pengalaman/fikiran/nasehat”

Rasululloh SAW telah bersabda :

“Barangsiapa melapangkan kesusahan dari kesusahan dunia seorang mukmin. Alloh akan melapangkannya di hari kiamat. Barangsiapa melepaskan kesukaran seorang mu’min Alloh akan melepaskannya kesukaran di dunia dan dakhirat.
Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Alloh akan menutupi (aibnya) didunia dan diakhirat.
Dan Allah selalu menolong hambaNya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa berjalan dijalan menuntut ilmu, Alloh akan memudahkan baginya jalan ke surga.”(HR.Muslim)

Dari ayat diatas juga menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar merupakan titik awal dakwah.
Seorang wanita shalihah sudah selayaknya bersikap tegas terhadap hal-hal prinsip, berani menyuarakan yang haq dan tidak bungkam jika melihat kebathilan.

Sebagaimana Rosululloh SAW telah bersabda :

“Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya mengubah dengan tangannya (kekuasaan).
Jika tidak mampu dengan lisan, jika tidak mampu dengan hatinya. Yang demikian adalah selemah-lemah iman.”
(HR.Muslim)

Hal ini tidak lain dan tidak bukan untuk menolong saudara kita dalam upaya menyelamatkan dari lembah kesesatan.
Perlu diingat bahwa Islam tidak pernah memisahkan amar ma’ruf dan nahi mungkar tapi keduanya perlu dilaksanakan bersama-sama, guna menegakkan kalimatulloh.

Tidak ada komentar: