Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah
FUNGSI WANITA SHALIHAH
Pada dasarnya tugas dan fungsi wanita shalihah banyak persamaannya dengan kewajiban yang dipikulkan pada suami, namum dalam hal tertentu tardapat tugas khusus yang hanya dapat dilakukan oleh wanita, sesuai karakteristik dan kodrat kewanitaannya.
Wanita dan laki- laki adalah sama- sama makhluk yang diciptakan oleh Allah dan keduanya sama- sama dibebani tanggung jawab, agar hanya mengabdi kepada penciptanya. Hal ini sesuai dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri.
Sebagaimana Allah berfirman dalam surat adz Dzariyat(51):56
“Tidak aku ciptakan jin dan manusia, kecuali agar beribadah kepadaKu”
Jadi manusia diciptakan dan diturunkan ke dunia tidak lain dan tidak bukan disuruh untuk beribadah hanya kepada Allah. Sebenarnya hal ini merupakan konsekuensi dari Syahadat. “ Tidak ada yang diibadahi kecuali Allah”
“Katakanlah, Sesungguhnya Aku perintahkan supaya mengibadahi Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam melaksanakan dien”( QS.39:11)
“Ketika Rasul- rasul dating kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan) Janganlah kamu mengibadahi selain Allah” (QS. 41:14)
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan kami Wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Illah melainkan Aku, maka beribadahlah kamu kepadaku.”(QS.21 25)
Wanita shalihah sebagi hamba Allah adalah wanita yang hanya tergantung kepada Allah dengan diiringi rasa cinta, harap dan takut, sehingga dia hanya didominir hanya oleh Allah, mau tunduk dan merendahkan diri kepada Allah.
Hali ini berarti dalam sehari- harinya segala aktivitas yang dilakukan selau berdasarkan ketetapan dan peraturan Allah.
Sehingga tujuan hidup benar- benar hanya untuk Allah.
Karena yang dituntut demikian, maka jelslah bagi kita bahwa shalat, puasa, zakat, haji dan dzikir lainnya belum cukup dikatakan sebagai ibadah yang dapat memenuhi tujuan hidup.
Dan tentunya masih ada yang lain, yaitu dalam hal usaha bagaimana mengatur Negara, masyarakat, tetangga dan rumah tangga diatas syari’at islam.
Juga termasuk tata aturan bergaul antar muslim dan non muslim, mengelolah alam sekitar dengan segala aspeknya.
Agar kita dapat menjadi hmba Allah seutuhnya, maka disamping melaksanakan segala aktivitas sesuai dengan ketetapan Allah juga meninggalkan sesembahan selain Allah, yaitu THOGHUT.
Thaghut mempunyai banyak arti, antara lain:
1. Segala yang disemba selain Allah…(Imam Malik)
2. Segala yang melampaui batas dan garis yang telah ditetapkanoleh Allah. Adapun thoghut pada tiap kaum adalah mereka yang mereka semmbah selain Allah. Yang mereka ikuti secara membabi buta tanpa ada koreksi Allah. Dan thoghut pada penguasa adalah membuat hokum selain hokum Allah…(Ibnu Qayyim)
3. Syetan laknatullah (Umar bin Khathab)
4. Thoghut menurut al Qur’an adalah tiappemerintah (penguasa), taip pemimpin dan tokoh yang melanggarentuan- ketentuan dan hokum Allah dan tidak mengikuti kebenaran, kemudian menyuruh bawahan atau rakyatnya supaya taat kepadanya baik secara paksa atau kesadaran sendiri dengan memberikan ajaran yang merusak…(Abu “Ala al Muududi).
Allah berfirman dalam An-Nahl:36
“Sembahlah Allah saja dan jauhilah thoghut”
Allah mensejajarkan manusia yang menyembah thoghut sama hinanya dengan babi dan kera, sebagaiman firman-Nya al Maidah:60
“Katakanlah maukah aku beritahukan kepadamu tentang orang- orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah? Yaitu orang yang dikutuk dan dimurkai Allah.
Diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thoghut”.
demikianlah fungsi yang diperankan oleh wanita shalihah sebagai hamba Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar