Minggu, 31 Mei 2009

Menjaga Kehormatan Dirinya Dan Harta Suamiya, Bila Sang Suami Tidak Berada Di Rumah.

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah

Menjaga Kehormatan Dirinya Dan Harta Suamiya, Bila Sang Suami Tidak Berada Di Rumah.

Dari Abu Hurairah r.a berkata, rasulllah SAW bersabda :

“Sebaik-baik wanita ialah jika kau pandang ia menyenangkanmu, jika kau perintah ia mentaatimu, jika kau tinggalkan ia menjagamu dalam hal harta dan menjaga dirinya.”
Perlu ditegaskan disini bahwa pemeliharaan/penjagaan merupakan beban yang mesti dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,

sebagaiman sabda Rsulullah :

“Setiap kamu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawa tentang asuhannya. Seorang pembantu pemimpin dalam menjaga harta majikannya dan bertanggungjawab terhadap harta tersebut. Setiap kamu pemimpin dan bertanggungjawab terhadap kepemimpinanmu ”
(HR Bukhari-Muslim)

Seorang istri harus menyadari, harat suami yang ada di tangannya adalah amanah. Dia tidak boleh mengambil sedikitpun untuk kepentingan dirinya kecuali untuk belanja dan kelayakan kebutuhan istri yangn mendesak, dan tidak pula boros dalam membelanjakannya.

Allah berfirman dalam :
a. Surat Al Furqan (25) : 67

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan , mereka tidak berlebihan, dan tidak kikir, dan adalah di tengah-tengah antara yang demikian.”

b. Surat Al Israa’ (17) : 27

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Dalam hal menjaga diri / memelihara kehormatan, Al Ustadz Muhammad ‘Abduh mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga kehormatan diri disini adalah menutup apa yang dapat membuat malu bila dikemukakan. Artinya menjaga segala sesuatu yang secara khusus berkenaan dengan rahasia suami istri, serta tidak menceritakan rahasia suaminya kepada siapapun.

Dan balasan bagi wanita yang memelihara kehormatannya adalah jannah.

Sebagaimana Rasulullah bersabda :

“Jika istri melakukan shalat lima waktu, puasa sebelum Ramadhan penuh, memelihara kehormatannya dan mematuhi suaminya, ditawarkan kepadanya ‘masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki’.”

Tidak ada komentar: