Minggu, 31 Mei 2009

Melatih Mengerjakan Sholat Dan Ibadah Lainnya

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah

Melatih Mengerjakan Sholat Dan Ibadah Lainnya

Cara paling tepat mendidik anak-anak mengenal Allah Ta'ala adalah melatih mereka mereka mengerjakan sholat.
dengan cara ini kita membiasakan anak-anak untuk bersujud, walaupun mereka belum mengerti kepada siapa dan untuk apa mereka bersujud.
Tapi minimal anak-anak dapat menghayati bahwa dia bersama orang tuanya bersujud bersama-sama.
Sekalipun ia tidak tahu untuk siapa dan untuk apa orang tuanya bersujud pula.
Namun dengan begitu sudah tertanam dihati anak .
begitu sudah tertanam dihati anak, bahwa yang paling tinggi dasar dirinya bukanlah orang tuanya.
Inilah yang paling penting tertanam di hati anak, bahwa orang tau pun masih tunduk kepada orang lain.
Karena begitu pentingnya sholat sebagai jalan menjadikan manusia untuk tunduk kepada Allah, maka nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar dirinya dan keturunannya dijadikan sebagai orang-orang yang tetap menegakkan sholat.

Hal ini tercantum dalam QS.14:40.

“Ya Rabb-ku jadikan aku dan anak cucu orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Robb-ku perkenankan do’aku”.

“Hai anakku, dirikanlah sholat”.

Memperhatikan pendidikan Ibrahim dan lukman pada anaknya yang menekankan sholat ini. Maka kita harus menyadari bahwa sholatlah yang merupakan pilar utama untuk mengisi jiwa anak-anak dalam beraqidah tauhid.
Oleh karena itu Rasulullah pun memerintahkan kepada orang tua untuk mendidik anak-anaknya mengerjakan sholat ketika meraka berumur 7 tahun.

Rasulullah saw. Bersabda:

“Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur 1 tahun. Dan pukullah mereka jika tidak mau mengerjakan sholat ketika mereka telah berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (putra dan putri). (HR.Abu Dawud)

Sedangkan cara mengerjakan sholat pada anak yang berumur 7 tahun yaitu dengan mengajarkan gerak geriknya terlebih dahulu kemudian bacaannya yang paling mudah dihafal anak secara bertahap.

Dan apabila anak sudah bersifat mumaiyiz seperti adanya sifat malu, hendaklah diperketat pengawasan terhadapnya dan diajarkan melaksanakan hokum syariat. Anak sudah mumayiz juga wajib diajar soal-soal thoharoh (bersuci) dengan benar serta dilatih beribadah terutama sholat dan shoum (puasa).

Selain itu hendaknya anak-anak diajarkan membaca dan menulis Al-Qur’an, karena sejak umur 7 tahun anak wajib dididik mengerjakan sholat, sedangkan dalam sholat doa’nya dan bacaannya sebagaian dari Al Qur’an dan yang lain dari hadist-hadist Rasulullah.
Oleh karena itu logis jika seseorang ibu mengajarkan membaca dan menulis alqur’an, guna memenuhi kewajiban kepada Allah.

Rasulullah saw bersabda:

1. “Orang yang terbaik diantara kalian ialah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya (HR. Bukhori)

2. “Sesungguhnya orang yang didalam rongganya tiada melekat sesuatu ayat Al Qur’an, maka ia laksana rumah bobrokan.” (HR. Tirmidzi)

3. “Adakalah janji dengan Al Qur’an ini, demi yang memegang jiwa Muhammad, Al Qur’an ini lebih cepat (dari pada seseorang) dari pada seekor onta dari tumbatannya.” ( HR. Bukhori – Muslim)

Tidak ada komentar: