Minggu, 31 Mei 2009

Mar'atus Shalihah

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah


Wanita Sholehah

sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi pembawa kebenaran, pengangkat derajat wanita, Muhammad Rasulullah SAW.

Sebagaimana sejarah telah mencatat bahwa sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW. Kaum wanita diperjual belikan laksana binatang dan barang , dipaksa kawin dan ditindas, diwarisi dan tidak mewarisi, dikuasai dan tidak ernah menguasai, sampai-samapi ada yang mempertanyakan'
"Apakah kaum wanita itu mahkluk yang berjiwa seperti layaknya kaum pria atau tidak? " Punya kewajiban keagamaan dan sah beribadah atau tidak?
Bisa masuk surga atau tidak?

Sebuah lembaga di Athena pernah mengeluarkan keputusan bahwa:
Kaum wanita adalah binatang najis yang tidak memiliki ruh yang abadi, namun meraka tetap diwajibkan beribadah dan berbakti, mulut mereka dibungkam laksana unta, anjing dan sapi, tidak boleh berbicara dan tertawa, karena mereka dianngap sebagai tali-temali (teman) syetan.

Pada tahun 586 M, Perancis menetapkan bahwa wanita adalah juga manusia, tetapi ditakdirkan untuk melayani kaum pria.

Demikian juga kalau kita tengok pandangan Hindu terhadap nilai wanita , ajaran Hindu menempatkan wanita pada kedudukan yang hina sekali, sebagaimana dalam manu diterangkan

. Wanita Hindu dilarang bersuami kalau suami telah meninggal dan ia menjadi hak negara, suami yang meninngal dibakar bersamasama istrinya yang masih hidup

. Wanita Hindu yang tidak berketurunan diperbolehkan bersetubuh dengan lelaki-lelaki lain untuk mendapatkan keturunan

. Wanita yang sedang haid dilarang tidur pakai alas melainkan diatas tanah, dilarang tertaw, makan, duduk, dan bercakap-cakap dengan lelaki

. Makanan yang disediakan bagi wanita yang baru melahirkan (nifas) adalah najis
Dan tidak ketinggalan tokoh yahudi dan Nasrani dalam memberikan penilaian tentang wanita.
Menurut mereka, “ Karena wanitalah, syetan mendapatkan kemenangan dan oleh karenanya pula surga menjadi hilang.”
Dibanding binatnag buas maka wanita adalah yang paling berbahaya.

. Wanita adalah sumber kebohongan, penunggu neraka, musuh keselamatan, dan karena wanita Adam terusir dari Surga. (Johan Damascene)

. Wanita adalah kalajengking, tiap saat menjepit, mereka itu tombak syetan (Bona vaenture)

. Wanita itu mahkluk berambut panjang dan berfikir pendek (Schopenhaeur)

. Wanita adalah pintu gerbang syetan (Tartain)

. Wanita asal mulanya tangan syetan, suaranya adalah siulan ular (Anthony)

. Wanita hendaklah dijauhkan dari pelajaran, tidak berguna bagi manusia walaupun diberi pendidikan (Marthin Luther)

. Semoga perempuan tidak lagi lahir kedunia, hendaklah dijaga keras, jangan sampai para pemuda diperdaya oleh keturunan Eva (Agustinus)

Begitulah pandangan orang-orang Hindu, Yahudi dan Nasrani terhadap nilai wanita.
. Menurut penyelidikan para ahli, wanita di dunia ini sejak dahulu hingga kini telah melalui beberapa tingkatan pemikiran dan filsafat yang berbea-beda.

1. Wanita adalah makhluk tak bernilai dan hina, ia dimisalkan binatang buas bahkan lebih rendah lagi.
Merupakan barang dagangan yang dapat diperjual belikan dengan harga murah dipasar

2. Wanita dikiaskan sebagai fortuna, dewi yang dipuja-puja, dihormati dan dimuliakan: dimana ada wanita disitulah tempat menyenangkan, ketiadaan laksana hidup tanpa makna

3. Wanita, kedudukannya sejajarkan seratus persen dengan kaum laki-laki. Pada tahap ini, ia merdeka dari kungkungan, tingkat dan kedudukannya sama dengan kau laki-laki, dan terjadi persaingan bebas antar wanita dan laki=laki dalam segala aspek kehidupan

4. Wanita ditempatkan pada proporsi yang sesuai dengan fitnah manusia.
Bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT sebagai pasangan kaum laki-laki untuk kelangsungan hidup manusia di muka bumi sampai waktu yang ditetapkan tiba.
Wanita bukan binatang buas, bukan dewi yang dipuja, juga bukan laki-laki tetapi tetapi wanita tetap wanita dimana dan kapanpun ia berada.
Ia punya hak dan kewajiban terhadap penciptanya sama dengan laki-laki, yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung jawaban

demikinlah gambaran wanita sebelu kedatangan Islam.
Dan selanjutnya setelah Islam datang, Islam menjelaskan dan menetapkan kedudukan wanita-wanita adalah manusia sama dengan laki-laki dalam hal:

1. Keimanan, sebagaimana Allah telah berfirman dalam :
Surat Al-Mumtahana (60):10

” Wahai orang-orang yang beriman, bila datng kepadamu wanita-wanita beriman sebagai pengungsi ujian mereka. Allah tahu benar keimanannya. Jika kamu kenal mereka sebagai wanita beriman maka janganlah kirim mereka kembali kepada orang-orang kafir.

Surat Al-Ahzab (33): 58

” Mereka yang menyakiti hati orang Mukmin laki-laki dan perempuan dengan tidak semestinya, sungguh mereka memikul fitnah dan dosa yang besar.”

Surat Al-Buruj (85):10
” Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah orang yang beriman laki-laki dan perempuan, kemudian tidak bertobat bagi mereka adzab yang membakar.”

Surat Muhammad (47): 19

” Maka ketahuilah olehmu, bahwa tiada Tuhan selain Allah, mohonlah ampun atas dosa-dosamu, dan atas dosa-dosa orang beriman laki-laki maupun perempuan. Allah tahu tempat kamu bekerja dan tempa tinggalmu.

2. Pahala yang sama, Allah berfirman dalam
Surat An-Nahl (16): 97

” Barang siapa beramal shalih, laki-laki maupun perempuan sedang dalam keadaan beriman, dan niscaya Kami berikan kehidupan yang baik dan Kami sediakan sebaik-baik pahala bagi amal-amal yang mereka lakukan.”

Surat Al-Mukmin (40): 40

” Barangsiapa melakukan kejahatan akan dibalas sebanding dengan kejahatannya. Dan barangsiapa melakukan amal halih, laki-laki maupun perempuan sedang ia seorang beriman mereka masuk ke dalam surga, beroleh rizki didalamnya tanpa bisa dihitung.

Surat An-Nisa’ (4): 123-124

” Pahala Allah, bukanlah menurut angan-anganmu dan bukan pula menurut angan-angan ahli ktab. Siapa saja yang melakukan kejahatan, pasti mendapat pelindung atau pembela selain Allah. Dan barangsiapa melakukan amal shalih, laki-laki maupun sedang ia orang beriman, mereka masuk surga tanpa dianiaya sedikit pun.

Surat Ali-Imran (3): 195

” Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan perempuan karena kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.”

Surat Al-Ahzab (33): 35

” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan permpuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka pahala dan ampuann yang besar.”

Surat At-taubah (9) : 72

” Allah menjanjikan kepada kaum Mukminin dan Mukminat, Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal didalamnya. Dan Allah menjanjikan pula kediaman yang indah di surga-surga Adn’ dan keridhoan yang besar. Itulah kemenangan yang gemilang.

3. Aktivitas keagamaan, sosial, politik

Allah berfirman dalam surat At-Taubah (9): 71

” Kaum Mukminin dan Mukminat, lindung-melindungi satu sama lain.
Mereka menganjurkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, serta mentaati Allah dan Rasul-Nya.
Merekalah yang akan dirahmati Allah, sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Dalam ayat diatas Allah memberikan medan kegiatan kepada kaum wanita yang mutlak sama dengan yang diberikan kepada kaum pria, yaitu dalam persaudaraan, kasih sayang,tolong menolong baik dengan harta maupun kegiatan sosial, misalnya membantu urusan perang dan politik.
Kaum wanita dan juga istri-istri Rasulullah, seringkali ikut berangkat ke medan tempur, yaitu dengan menyediakan air minum, makanan, mengobati yang luka, dan memberi dorongan memotivasi dalam pertempuran.

4. Memberikan perlindungan

Salah satu diantara hak politik kaum wanita adalah memberikan perlindungan kepada tawanan, sebagaiman Ummu Hani’ (putri Abu Thalib) pernah melakukannya dan hal ini termaktub dalam hadist shahih yang disepakati oleh Bukhari-Muslim (Mutafaqun Alaih), yang artinya:

” Ummu Hani’ berkata kepada Rasulullah SAW: Ada dua orang dari suku Ahma’iy meminta perlindungan kepada saya,”
dan beliau pun bersabda,” Kami memberikan perlindunagan kepada orang yang engkau lindungi, ya Ummu Hani’
Dilain riwayat disebutkan:
”Dari Abu Hurairah Nabi bersabda,” Sesungguhnya kaum wanita itu boleh memberi perlindungan kepada mereka (kawan muslimin). ” (HR. At-Tirmidzi)

5. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Perintah amar ma’ruf nahi mungkar tidak hanya dikenakan kepada kaum pria tapi juga kaum wanita, baik melalui ucapan atau tulisan sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah (9) : 71

“Kaum pria dan wanita yang beriman, lindung melindungi satu sama lain.
Mereka menganjurkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, serta mentaati Allah dan rasul-Nya.
Merekalah yang akan dirahmati Allah.
Sungguh Allah maha perkasa, maha bijaksana.”

Dalam suatu riwayat Amirul Mukminin Umar Ibn Al-Khattab melihat bahwa kaum wanita menetapkan mahar yang cukup tinggi waktu suatu pernikahan, disaat kondisi ekonomi mereka sudah cukup baik.
Ia khawatir gejala ini terus berkelanjutan.
Untuk itu ia menetapkan agar kaum wanita tidak menentukan mahar lebih dari empat ratus dirham.
Ketetapan ini ditentang oleh seorang wanita Quraisy, yang mengatakan :
“Tidakkah tuan telah mendengar bahwa Allah SWT telah berfirman :
..... dan kamu sekalian telah memberikan kepada salah seorang diantara wanita-wanita itu harta yang banyak, maka janganlah sekali-kali kamu sekalian mengambilnya kembali barang sedikitpun.
Mendengar itu Umar menjawab : “Semoga Allah memberikan ampunan.”
Demikianlah gambaran wanita yang turut dalam amar ma’ruf nahi mungkar.

6. Pemba’iatan terhadap Kaum Wanita

Dalam sejarah, Rasulullan SAW tidak hanya membai’at kaum pria tapi juga wanita.
Hal ini pernah dilakukan terhadap wanita Anshar sebelum hijrah ke Madinah dan juga kaum wanita pada saat Fath Makkah yang dilakukan di As-Shofa dengan menggunakan teks yang sekarang tertera dalam surat Al Mumtahna (60) : 12

“Wahai Nabi, bila datang kepadamu wanita beriman dan berjanji kepadamu untuk tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak akan mencuri dan berzina, tidak membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak mendurhakai dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyanyang.”

Demikianlah beberapa persamaan kedudukan kaum wanita dan laki-laki dalam Islam.
Dan yang perlu diingat adalah wanita mungkin saja menjadi manusia yang lebih mulia disisi Allah daripada laki-laki, jika ia paling taqwa dan akan menjadi orang terhormat jika ia paling bersih dan jujur.

setelah kita mengetahui bahwa wanita dan laki-laki sama dalam beberapa hal, seperti yang tersebut diatas.
Kita juga harus menyadari bahwa walaupun bagaimana wanita dan laki-laki tetap berbeda dalam struktur tubuh, kulit, sel-sel, suara, otak dan produksi sebagian kelenjar-kelenjarnya.

Dan hal ini seiring dengan firman Allah dalam surat Ali Imran (3) : 36
“Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak perempuan.”

Sungguh Allah menciptakan yang demikian, tidaklah sia-sia.
Dengan perbedaan struktur fisis yang berbeda, maka berbeda pula fungsi masing-masing.
Wanita degan kelebihannya berfungsi sebagai pendidik dan pemelihara anak, pengatur rumah tangga.
Sedangkan laki-laki berfungsi sebagai pemimpin, wajib berperang, bekerja diluar rumah, menafkahi anak istri,

sebagaimana Allah telah menjelaskan dengan firman-Nya dalam surat An-Nisa’ (4) : 34

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari diri mereka.”

kalau tadi kita telah membicarakan kedudukan wanita, maka sekarang kita akan membahas hakikat wanita itu sendiri.

Dengan memperhatikan surat Ali Imran (3) : 14

“Dijadikanlah indah pada manusia kecintaan terhadap apa-apa yang dapat menyenagkan yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas perak, kuda-kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sudah ladang. Itulah kenikmatan / ketenangan hidup dunia dan kepada Allahlah tempat kembali yang paling indah.”

Wanita menduduki ranking teratas dalam posisinya sebagai perhiasan hidup dunia, hal ini dapat bermakna ganda boleh jadi wanita merupakan sumber fitnah yang paling berbahaya dan tumpukan penyakit kehidupan.

Sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda :
a.
Rosulullah SAW telah bersabda : “Takutlah kalian dengan fitnah dunia dan fitnah wanita, sesungguhnya permulaan fitnah terhadap Bani Israil terjadi dari arah wanita.” (HR. Muslim)

b.
“Rasulullah SAW bersabda : Setelah kepergianku, tiadalah aku tinggalkan fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki melebihi fitnahnya wanita.”

c.
“Sesungguhnya wanita itu (bila) menghadap berupa syetan dan bila membelakangi juga nampak seperti syetan. Jika seseorang diantaramu tertarik dengan (kecantikan) seorang wanita, hendaklah ia datangi istrinya, agar nafsu birahinya dapat tersalur.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Hal ini tidak lain karena syetan laknatullah memanfaatkan segi kelemahan wanita, namun disisi lain wanita mampu berlaku sebagai dewi fortuna pembawa kedamaian dan keindahan.
Dengan demikian dapatlah dikatakan, semua wanita adalah sumber fitnah kecuali wanita sholihah.

Sebagaimana Muslim meriwayatkan :
“Dunia adalah tempat kesenangan / perhiasan, dan sebaik-baik kesenangan adalah wanita sholihah.”

dalam berislam janganlah kita setengah-setengah tapi berislamlah secara berislamlah secara totalitas / kaffah.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah (2) : 208

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu dalam Islam secara keseluruhan, janganlah engkau ikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”

Demikian juga kita sebagai wanita, janganlah kita datang ke dunia ini hanya membawa bencana malapetaka serta fitnah bagi manusia. Tapi jadikanlah diri kita sebagai perhiasan dunia yang paling indah, yakni: wanita sholihah.

Tidak ada komentar: