Minggu, 31 Mei 2009

Mendidik Bertetangga Dan Bermasyarakat

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah
Mendidik Bertetangga Dan Bermasyarakat

Allah berfirman :
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.

Pada ayat di atas ditegaskan oleh Allah bahwa manusia akan menjadi baik ataupun rusak tergantung ketaatannya dalam memenuhi kewajiban kepada Allah dan kepada sesame manusia, apakah ia durhaka kepada Allah dan sesama manusia atau durhaka terhadap salah satunya.

Hablum minannas, atau tali hubungan sesame manusia, dapat diperinci sebagai berikut :

1. Dengan orang yang seikatan kerabat
2. Dengan tetangganya
3. Dengan orang yang jauh ; termasuk teman, tamu, orang yang bersama dalam perjalanan, orang yang menjadi bawahan kita atau atasan kita.

Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari akhirat, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa beriman kepada allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam “. (HR. bukhori dan Muslim)

“Wahai wanita-wanita Muslimat, janganlah seseorang tetangga merendahkan tetangga lainnya walaupun dengan melemparkan kotoran kambing ke tempatnya “. (HR. bukhori dan Muslim)

Dari kedua hadist di atas, menegaskan adanay kewajiban setiap muslim kepada tetangganya, yaitu :
1. Tidak boleh mengganggunya
2. Tidak boleh menghinanya

Sedangkan cara menghormati, dan menghargai tetangga, antara lain :
1. Memberinya hadiah jika ada kelebihan
2. tidak membangun rumah yang menghalangi hak dia untuk mendapatkan sinar matahari
3. Jika bau masakan kita sampai pada tetangga, hendaklah kita memberinya
4. Janganlah kita memamerkan oleh-oleh di depan tetangga, sekiranya kita tidak dapat memberinya sedikit dari oleh-oleh tersebut.

Dengan adanya kewajiban kepada tetangga ini, maka anak-anak pun wajib dididik melakukan tata cara bertetangga secara Islami, Seperti yang tertera di atas.

Dalam hal ini memuliakan tamu, hendaknya anak dididik untuk :
1. Mempersilakan tamu masuk ke rumah
2. Merpersilakan duduk di temapat yang baik
3. Memperlakukan tamu dengan akhlak mulia
4. Tidak boleh menyuruh tamu untuk membantu pekerjaan tuan rumah
5. Bila tamu berpamitan, maka antar sampai ke luar pintu
6. Mendoakan keselamatan dan kebaikan si tamu dalam perjalanan.
dengan mengucapkan


“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, kesudahan-kesudahan amalmu dan aku ucapkan selamat kepadamu”.
Dan terhadap sesama manusia hendaknya diajarkan utnuk : senantiasa berbuat baik, tidak bersikap sombong dan meremehkan orang lain. Sebagaimana Luqman menasihatkan kepada anaknya :

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan jangnlah kamu berjalan di muka bumi karena angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan, dan lunakkan suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai”. (QS. 31 : 18-19)

Tidak ada komentar: