Minggu, 31 Mei 2009

Berbuat Baik Pada Ibu Bapak.

Prinsip-Prinsip Dasar Mujahidah

Berbuat Baik Pada Ibu Bapak.

Dasar perintah berbuat baik kepada ibu bapak.

a. Surat An-Nisa’ (4) : 36

“Dan sembahlah alloh dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.”

b. Surat Al Isra (11) : 23-24

“Dan RobbMu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan akh dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “Ya Robb kami,kasihanilah mereka (Ibu Bapakku), sebagai mana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

c. Surat Luqman (31) : 14

“Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadan lemah yang bertambah-tambah dan menyusukannya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua Ibu Bapakmu, hanya kepada Kulah kembalimu.”

d. Surat Al Ahqof (46) : 15

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya, Ibunya mengandungnya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa : Ya Robb Ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang engkau Ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan ( memberi kebajikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Sedangkan amalan-amalan yang dapat kita lakukan, sebagai aplikasi berbuat baik kepada ibu bapak adalah :

1. Tidak sombong dan tidak durhaka

“Dan ia seorang yang berbakti kepada kedua orangtuanya, dan tidak bersikap sombong lagi durhaka.” (QS.19 : 14)

2. Menghormati Ibu bapak

“Dan berbuat baik kepada ibuku, dan tidak menjadikan daku seorang yang sombong lagi jahat.” (QS.19 : 32)

3. Mendukung / memotivasi orang tua dalam melaksanakan perintah Alloh.

“Wahai ayah ! perbuatlah apa yang diperintahkan (Allah) itu, ayah akan mendapatkan aku, insyaalloh dalam keadaan sabar.” (QS.37 : 102)

4. Tidak berkata keras
Sebagaimana Luqman pernah menasehatkan kepada anaknya

“dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”(QS. 31 : 19)

Demikian juga dalam hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam Al fitan wal Asyribah, yang artinya :

"Ismail bin umaiyah berkata :
"Ada seorang laki-laki memohon kepada rosululloh saw, dia berkata :
"Ya rosululloh berilah saya wasiat !
Rosululloh memenuhi permohonannya:
"Janganlah engkau menyekutukan Alloh dengan apa dan siapapun, meski kau akan dibakar atau dibelah dua…………….
" Lelaki itu masih belum puas lalu meminta lagi :
" Ya Rosululloh berilah saya tambahan lagi !
" Dan janganlah kau bersuara keras dihadapannya, walaupun keduanya meminta kepadamu keluar darimu, lakukanlah demi keduanya……"

5. Bersikap lemah lembut

“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Robbku kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil .”
(QS. 17 : 23-24)

6. Minta izin kepada orang tua

Dalam Al Quran Surat An-Nur (24) : 59 Allah berfirman :

“Dan apabila anak-anakmu sudah mencapai usia baligh, maka haruslah mereka meminta izin kepadamu (untuk masuk), seperti halnya orang-orang sebelum mereka.”

Menurut Al Bukhori dalam Al Adabul Mufradi’, dari sofyan, dari Al amary dari Al Qamah, berkata :
Ada seseorang bertanya kepada Abdulloh bin Mas’ud :
Apakah saya harus minta izin jika masuk ke kamar ibuku?”
Ibnu Mas’ud menjawab : Tidak setiap saat ibumu senang,
Apakah saya harus minta izin jika masuk ke kamar ibuku?”
Ibnu Mas’ud menjawab : Tidak setiap saat ibumu senang
Apakah saya harus minta izin jika masuk ke kamar ibuku?”
Ibnu Mas’ud menjawab : Tidak setiap saat ibumu senang melihat dan dilihat olehmu.”

7. Berdiri menyambut kedatangannya.

Hal ini merupakan pengagungan, perendahan diri, kepatuhan kepada keduanya dan penampilan kasih sayang kepada keduanya.
Sebagaimana Fatimah binti Rosululloh mencontohkan :

“Kata aisyah Ra :”Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling serupa dengan Rosululloh, mengenai ketenangan, keagungan dan kecerahannya, kecuali Siti fathimah binti Rosul, Apabila ia datang mengunjungi Rosululloh SAW beliau bangkit menyongsongnya, mencium dan mempersilahkan sang putri duduk di tempat duduk Beliau. Begitu juga jika Nabi SAW datang mengunjungi buah hatinya, Fatimah bangun menyongsong beliau, mencium dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya.”
(HR.Abu Daud dan H.Turmudzi)

Dan yang dapat dilakukan sesudah orang tua meninggal adalah :

1. Mendo’akannya

• “Seorang laki-laki berkata,”Ya Rosulloh SAW adalah sesuatu kebaikan yang dapat aku persembahkan kepada kedua orang tuaku sepeninggal mereka berdua?
Jawab Rosululloh SAW.”
"Ya menshalatkan keduanya, memohonkan ampun keduanya, menepati janji keduanya setelah keduanya menyambung tali keluarga yang tidak disambung keduanya dan menghormati teman-teman keduanya.”(HR.Abu Daud)

• Dari Ibnu Umar Ra, Rosululloh SAW pernah bersabda :

“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah semua amal perbuatannya, kecuali dari tiga sumber.
Sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak sholeh yang mendo’akannya.” (HR.Bukhori Muslim)

2. Berziarah

• Dari Abu Hurairah Ra, rosululloh SAW bersabda :
“Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya, atau salah seorang dari keduanya pada tiap hari jumat, maka dosanya akan diampuni Alloh dan ia dinyatakan sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.”
(HR.Thabrani dalam Al Ausath)

• Muhammad bin Nu’man berkata, bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda :
“Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya pada tiap hari jumat, maka dosanya diampuni dan dinyatakan sebagai seorang anak yang berbakti.” (Dikeluarkan oleh Al baihaqi dalam Asy Syuaib dan oleh Ibnu unya dalam al Qubur)

3. Membina hubungan baik dengan kawan Ibu Bapak

“Dari Abdulloh bin Umar Ra, katanya :
“Seorang laki-laki desa bertemu denganya di salah satu jalan dikota Mekkah.
Lalu Abdulloh memberi salam kepadanya dan menaikkannya ke atas khimar yang dikendarainya, dan diberinya serban yang sedang dipakainya di kepala.
“kata Ibnu Dinar, maka kami berkata kepada Abdullah bin Umar, semoga Alloh ta’ala membalas kebaikan anda.
Sesungguhnya orang desa itu lebih suka yang sederhana.
Jawab abdulloh : “Bapak orang ini adalah sahabat baik Umar bin Khottob.
Aku mendengar Rosululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seorang anak melanjutkan hubungan dengan keluarga sahabat baik ayahnya.” (HR. Muslim)

Tidak ada komentar: