Sabtu, 30 Mei 2009

Sangat cinta dan gemar mati syahid

Sangat cinta dan gemar mati syahid
Oleh karena itu dalam berjihad yang dicari adalah mati sayhid bukamn malah menghindari mati karena ingin hidup, dengan berkhianat. Karena ia yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa kematian yang baik adalah mati syahid
Jabir meriwayatkan, ada seseorang yang semangat berjihad tanpa menunda-nunda waktu, karena ia tahu tempatnya adalah di surga.

” Dari Jabir ra. Katanya: ” Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Dimana tempatku, ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW di Surga! ’Orang itu langsung membuang kurma yang dipegangnya. Kemudian maju bertempur sehingga ia gugur. ” Dalam hadist .... dinyatakan bahwa peristiwa orang itu terjadi dalam perang uhud.”(HR. Muslim)

Begitu ulamanya orang yang mati syahid, sampai-sampai orang yang telah di surga ingin kembali ke dunia untuk syahid di dunia sampai sepuluh kali. Sebagaimana yang telah digambarkan Rasulullah SAW dalam haditsnya,
Dari Anas bin Malik r.a dari Nabi SAW sabdanya: Tidak satu pun orang yang telah masuk surga ingin hendak kembali ke dunia walaupun seluruh bumi ini diberikan kepadanya, kecuali orang-orang mati syahid.Orang yang mati syahid ingin kembali ke dunia, lalu ia gugur (syahid) di dunia sampai sepuluh kali, karena dia telah menyaksikan bagaimana mulianyaorang mati syahid.” (HR. Muslim)

Dijelaskan pula oleh Rasulullah SAW bahwa syahid di jalan Allah menghapus dosa:
"sesungguhnyaorang yang mati syahid itu ada bagian di sisi Alloh Ta'ala, sebanyak tujuh bagian yaitu :
-1. DIAMPUNI DOSANYA SEMENJAK TERTUMPAH DARAHNYA,
-2. diperlihatkan tempatnya di surga,
-3. dihiasi dengan perhiasan iman,
-4. di selamtkan dari siksa kubur,
-5. dinikahkan dengan bidadari bermata jeli,
-6. diamankan dari goncangan besar ( hari kiamat)
-7. diletakkan di atas kepalanya mahkota kebesaran terbuat dari yaqut yang lebih baik dari dunia dan seisinya,
-8. dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan
-9. diberi kesempatan untuk memberi syafa'at kepada tujuh puluh orang kerabatnya."
(HR.AHMAD,AT Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Tidak ada komentar: