Hanya meninggalnkan niat, yaitu jihad hanya untuk menegakkan kalimat Allah
Sebagimana mujahidah tidak layak jika dalam berjihad mengharap pujian orang, kemewahan kehidupan dunia, ketentraman dan kebahagiaan hidup di dunia., karena Allah telah menerangkan bahwa,
”Karena itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu ia gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (QS. 4: 74)
Demikian juga dengan Rasulullah SAW, telah menjelaskan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah :
”Dari Abu Hurairah r.a katanya: Mati ( Bin Qais Al Hazami ), seorang penduduk syam, bertanya kepadanya, ”Wahai Tuan Guru! Ajarkanlah kepada kami hadits yang anda dengar dari Rasulullah SAW: jawab abu Hurairah, ’Baik! Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Orang yang pertama-tama diadili kelak di hari kiamat, ialah orang yang mati syahid. Orang itu dihadapkan ke pengadilan, lalu diinatkan kepadanya nikmat-nikmat yang elah diperolehnya, maka dia mengakuiny. Tanya ,’ Apakah yang engkau perbuatan dengan nikmat itu ? jawab,’Aku berperang untuk agama Allah sehingga aku mati syahid , ’Firman Allah ”Engkau dusta! Sesungguhnya engakau perang supaya dikatakan gagah berani. Dan gelar itu telah engkau peroleh,’Kemudian dia disuruh..... dengan muka telungkup lalu dilemparkan ke neraka.”(HR. Muslim )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar