Mencintai jihad lebih dari cintanya kepada ayah, anak harta, istri dan rumahnya. Kepentingan Jihad Fisabilillah di taruh atas kepentingan segala-galanya.
Sebagai seorang mujahidah yang berjamaah, tentunya dalam hal ini lebih mementingkan kepentinagn jamaahdari pada kepentinagn pribadi. Allah berfirman :
” Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara- saudara, istri-istri kamu keluargamu, harta kekayaan yang kamu ushakan perniagaan yang khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalh lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul dan dari berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq.”(QS.9:24)
Demikian sikap mental para mujahid dan mujahidah yang perlu ditanamkan dan dimiliki dalam rangka menghadapi tekanan dan tindasan musuh-mush Allah.
Conth bentuk praktis akhlaq mujahidah yang perlu dilakukan oleh para mujahidah sebelum kita, adalah:
1. Asma’binti Umar (istri dari para pemimpin :Ja’far bin Abi thalib –Abu Bakar As-shidiq –Ali bin Abi Thalib pendapatnaya yang matang dengan kata-katanya yang tegas dan berbobot bijaksana dalam menyeleseikan maslah dan sabar dalam menerima bentuk musibah dan ujian.
2. Khadijah Al-Kubra istri Rasulullah SAW), beliau pendamping suami yang dengan kata-katanya hati menjadi tenang dan percaya diri, tidak segan-segan mengorabnkan hartanya dan menyongkong da’wah dari berbagi segi
3. Zumairah (budak Abu Jahal ), Dengan tabah dan istiqomah menjalani siksaan dan sangat yakin akan pertolongan Allah
4. Masikah At-Ta’ibah, Wanit ayang teguh dan tegar dengan keimanannya dan hanya mengharap ridha Allah dalam menjalani siksaan
5. Hajar (ibu para Nabi, istri Nabi Ibrahim), Beliau contoh wanita yang istiqomah dengan ketaqwaannya dan ikhlas menerima perintah Allah
6. Asiyah (istri Fira’un), Dengan senyuman bahagia beliau menjalani semua derita dan dengan teguh hati beliau menghadapi ujian dan siksaan orang-orang dzalim
7. Bnnan at-Thanthawi istri Isham Ath-Thar (Mujahidah saat sekarang), Beliau adalah wanita yang sama sekali tidak takut celaan orang dan hinaan orang, memberi semangat kepada suami, meneguhkan hati suami saat dipenjara dengan tidak mengeluh kesusahannya bahkan menunjukkan kesanggupan hidup serta mengurusi anak-anaknya, dan tidak takut mati serta mementingkan keselamatan suami daripada dirinya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar